Kamis, 02 Februari 2017

PENGENALAN SEJARAH INTERNET DAN PERKEMBANGANNYA


A. SEJARAH INTERNET

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun1969, melalui proyek ARPAyang disebutARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana denganhardwaredan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. selain itu juga. Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford research , university of califonia , barbara dan univesity utah , di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua univesity di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas.

B. SEJARAH INTERNET DI DUNIA

Sejarah Internet dimulai pada tahun 60-an, yaitu ketika Levi C. Finch dan Robert W. Taylor mulai melakukan penelitian tentang jaringan global dan masalah interoperabilitas. Selanjutnya, beberapa program penelitian mulai dilakukan untuk melihat mekanisme pengaitan jaringan-jaringan yang berbeda secara fisik. Salah satu solusi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut adalah teknik packet switching. Pada teknik packet switching, data atau file berukuran besar yang akan dikirim melalui jaringan komputer terlebih dahulu dipotong menjadi paket kecil-kecil agar lebih mudah ditangani dan lebih Andal. Peneliti utama dalam pengembangan packet switching ini adalah 
1. Donald Davies (NPL), 
2. Paul Baran (RAND Corporation).
3. Leonard Kleinrock dan kawan-kawan (MIT) 
4. UCLA Research Programs

Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementaskan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT, Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang berbasis pada teknologi ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213.

 C. SEJARAH INTERNET DI INDONESIA

Sejarah Internet Indonesia dimulai tahun 1990-an jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya yaitu :

1. M. Samik-Ibrahim,

2. Suryono Adisoemarta, 

3.Muhammad Ihsan 

4. Robby Soebiakto,

5. Firman Siregar, 

6. Adi Indrayanto, 

7. Onno W. Purbo 

beberapa nama-nama  yang diatas yaitu legendaris di awal pembangunan koneksi Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer dan Internet di Indonesia. Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. 

Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia .Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).

Sejak 1988, CIX (Inggris) menawarkan jasa E-mail dan Newsgroup. Belakangan menawarkan jasa akses HTTP dan FTP. Beberapa pengguna Internet memakai modem 1200 bps dan saluran telpon Internasional yang sangat mahal untuk mengakses Internet. Sejak 1989 Compuserve (AS) juga menawarkan jasa E-mail dan belakangan Newsgroup, HTTP/FTP. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta. Biaya akses Compuserve masih mahal, tetapi jauh lebih murah dari CIX.

D. SEJARAH MAILING LIST DI INDONESIA

 Mailing list di Indonesia pada awalnya dimulai pada tahun 1987-1988, ketika itu keadaanya Internet masih belum berkembang seperti sekarang ini, sekelompok kecil mahasiswa Indonesia di Berkeley, Amerika Serikat membentuk mailing list Indonesia yang pertama dengan menggunakan alamat e-mail indonesians@janus.berkeley.edu. Hasil dari fasilitas diskusi maya ini adalah munculnya “Persatuan komunitas pelajar dan mahasiswa Indonesia di luar negeri”. Mailing list pertama ini digunakan untuk diskusi yang sangat membangun dan berjiwa nasionalis. Tema-tema yang diangkat lebih banyak mengenai dialog antar umat beragama.

Dengan mulai masuknya Internet di Indonesia pada tahun 1993-1994 dan dibarengi kepulangan para mahasiswa yang belajar di luar negeri ke Indonesia, mailing list Indonesia secara bertahap mulai terbentuk di Indonesia sendiri dan tidak lagi bertempat di luar negeri. Berawal dari dua (2) buah komputer Pentium II di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang merupakan sumbangan Alumni Institut Teknologi Bandung, telah menyumbangkan banyak jasanya untuk pembentukan awal komunitas maya Indonesia sehingga jumlahnya mencapai ratusan mailing list. Beberapa mailing list yang bertahan di ITB sampai hari ini adalah itb@itb.ac.id dan dosen@itb.ac.id.

E. SEJARAH INTERNET SERVICE PROVIDER INDONESIA

     

     
      Internet Service Provider (ISP) pertama kali di Indonesia adalah IPTEKNET (http://www.iptek.net.id/) yang beroperasi penuh menjelang awal 1994. Pada tahun yang sama, PT. IndoInternet (http://www.indo.net.id/) atau IndoNet yang dipimpin secara part-time oleh Sanjaya mulai berperasi. IndoNet merupakan ISP komersial pertama di Indonesia yang pada awalnya memanfaatkan lisensi dari PT. Lintas Arta. Sambungan awal ke internet oleh IndoNet dilakukan menggunakan metode dial-up. IndoNet berlokasi di daerah Rawamangun, di kompleks dosen Universitas Indonesia. ISP yang tidak lama menyusul IndoNet adalah RadNet (http://www.rad.net.id/).

Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia, seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di Amerika Serikat, maka pemakai internet di Indonesia bisa akses internet (HTTP).

Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu dan lainnya saling menunjang membuahkan masayarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama, seperti :

1. warta-e-commerce@groups.com,
2. mastel-e-commerce@egroups.com
3. e-commerce@itb.ac.id
4. i2bc@egroups.com.

F. SEJARAH PENGELOLAAN DOMAIN DIINDONESIA

Indonesia dikenali dengan Top Level Domain (TLD) .id. Memang tidak ada keharusan bagi semua mesin di Indonesia untuk menggunakan TLD-ID (.id) sebagai nama mesin yang digunakan. Banyak juga yang menggunakan .com seperti 
1.detik.com. 
2.kompas.com.

Pengelola Domain Tingkat Tertinggi (DTT)-ID secara tidak resmi telah lama dimanfaatkan oleh Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia (PUSILKOM UI) dalam perangkat lunak pendukung UUCP, yaitu pathalias dan uumap. Menurut mantan postmaster mesin indogtw.uucp, Partono Rudiarto (Didik), DTT-ID telah digunakan sejak akhir tahun 1980- an. Tentu saja, yang dapat menginterpretasikan domain seperti indogtw.ui.ac.id pada saat itu hanyalah komputer yang menjalankan program pathalias pada program smail atau sendmailnya. Keluhan pun banyak muncul, mengingat sebagian besar masyarakat Internet tidak dapat memberikan reply pada e-mail yang berasal dari Indonesia melalui simpul indogtw.uucp.   Desakan pun muncul agar DTT-ID didaftarkan secara resmi. 
Sejak tahun 1988, UI berupaya mencari penyelesaian pengurusan DTT-ID tersebut, dengan mendekati beberapa institusi seperti Ditjen POSTEL, P.T. Indosat, Perumtel (kini P.T. Telkom), P.T. Lintasarta, dan lain-lain. Sayang sekali, pada saat itu, pengetahuan dan minat institusi tersebut terhadap internet sangat minim. Hingga awal tahun 1993, Universitas Indonesia (UI) tetap menunjukan keberatannya untuk menindaklanjuti pendaftaran DTT-ID tersebut karena alasan teknis maupun karena tidak ingin direpotkan secara administratif.




Gambar Rahmat M. Samik-Ibrahim Pemegang TLD-ID Pertama 1993

titik terang terjadi setelah terbentuknya sebuah kelompok kerja informal yang bertemu di UI (Depok) pada tanggal 8 Mei 1992. Hadir pada pertemuan kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Paguyuban ini ialah wakil-wakil dari BPPT, LAPAN, STT Telkom, dan UI. Hasil langsung dari pertemuan Paguyuban tersebut ialah dibukanya:

● link UUCP antara BPPT dan UI (Depok) 
● link radio 407 MHz antara UI (Depok) dan LAPAN (Rancabungur - Bogor), 
● serta kemudian disambung link radio 139 MHz antara LAPAN (Rancabungur) dan ITB. 

Pembukaan link tersebut di atas menyebabkan peningkatan penggunaan DTT-ID beserta DTD tidak resminya. Desakan untuk mendaftarkan DTT-ID secara formal pun meningkat, menyebabkan UI memberanikan diri mendaftarkan DTT-ID melalui bantuan UUNET di USA. Walaupun DTT-ID sudah terdaftar sejak 27 Februari 1993, berita tersebut baru tersampaikan UUNET (Kyle Jones) pada tanggal 4 Maret 1993. Orang yang menjadi penanggung jawab pertama domain .id di Indonesia adalah Rahmat M. Samik-Ibrahim dari UI.

Mulai 10 November 1994, primary dari DTD-GO.ID dialihkan ke IPTEKnet. Pada saat bersamaan, IPTEKnet secara resmi juga menjadi secondaries dari DTT-ID dan DTD lainnya. Menurut rencana semula, DTT-ID beserta DTDnya akan dialihkan secara bertahap ke pihak IPTEKnet. Namun, tahap-tahap berikut dari proses pendelegasian ini tidak pernah terwujud. Pihak IPTEKnet mengalami kesulitan untuk menghasilkan juklak pengelolaan DTD-GO.ID, yang direncanakan untuk menjadi model untuk mengelola DTD lainnya. Sehingga, tahapan rencana pengalihan pendelegasian tidak dilanjutkan. Sejalan dengan maraknya pertumbuhan PJI di tahun 1995, INDOnet dan RADnet menyusul menjadi secondaries dari DTT-ID dan DTDnya.

Pada tanggal 11 Maret 1996 beberapa PJI bertemu di lantai 4 PUSILKOM UI, Salemba. Hasil dari pertemuan yang dikenal dengan Supersemar 1996 di antaranya adalah menjajaki pengembangan model pendaftaran domain baru pada umumnya, domain net.id pada khususnya. Pada pertemuan 16 Juli 1996, APJII (Asosiasi Pengelenggara Jasa Internet Indonesia) dan UI (Universitas Indonesia) bersepakat untuk menindaklanjuti pertemuan 11 Maret 1996. Sejak 27 Juli 1996, kegiatan operasional pendaftaran domain sepenuhnya dikelola bersama tim APJII/UI. Berhubung satu dan lain hal, usulan model pengelolaan domain tidak dapat terrealisasikan hingga batas waktu 17 Agustus 1997. Permasalahan menjadi lebih rumit dengan pernyataan pengunduran diri UI terhitung 1 Oktober 1997.

Beberapa orang dan organisasi yang sempat bertanggung jawab sebagai Top Level Domain (.id) di Indonesia adalah:
1.Rahmat M. Samik Ibrahim (Universitas Indonesia) 1993-1998. 
2.Budi Raharjo (IDNIC http://www.idnic.net.id) 1998-2005 
3.DEPKOMINFO 2005 selama beberapa bulan 
4.PANDI (http://www.pandi.or.id) 2005 sampai sekarang

G. PENGALAMATAN INTERNET

Ada beberapa pola dasar pengalamatan di Internet, yaitu untuk keperluan Web dan e-mail atau telepon Internet. Untuk keperluan Web, alamat Internet sering disebut URL (Uniform Resource Locator) dan biasanya ditulis dalam susunan: 

 protokol://domain/direktori/file 

Contoh URL:


1. Protokol – menentukan tata cara komunikasi yang digunakan.
Protokol yang sering digunakan adalah http, https, ftp.
2. Domain – merupakan nama server/komputer yang menyediakan layanan.
Direktori – merupakan folder tempat penyimpanan informasi.

File – file yang disimpan (kadang tidak perlu dituliskan). 
Untuk keperluan surat elektronik (e-mail) atau telepon di atas Internet, alamat biasanya ditulis menggunakan format:

namapengguna@nama.mesin.di.internet 

contohnya:

20281@voiprakyat.or.id 

Contoh tersebut dibaca sebagai pengguna 20281 di mesin voiprakyat. or.id, di mana nama.mesin.di.internet menggunakan pola penamaan mesin menggunakan teknik domain, sama dengan di Web.


H.  MENGENAL DAN MEMAHAMI DOMAIN

Domain dalam bahasa yang sederhana adalahNama Alias , yang berfungsi sebagai pengganti Internet Protocol (IP). Untuk lebih jelasnya tentang pengertian domain mungkin contoh berikut dapat lebih mudah untuk dipahami, misalnya kita tentu akan sulit sekali untuk menghafal Internet Protokol (IP) yang bernama 66.94.230.36. Padahal IP 66.94.230.36 yang dikenal didunia maya ini adalah apa yang kita kenal sebagaihttp://www.yahoo.com, dan yahoo.com inilah yang disebut domain 

Ada beberapa aturan dalam  penggunaan nama domain dalam hubungannya dengan penggunaan oleh organisasi, misalnya .edu yang digunakan untuk institusi pendidikan,  .org yang digunakan untuk organisasi dan ada juga domain yang mengindikasikan domain dari negara asal seperti misalnya .ac.id yang digunakan pada lembaga pendidikan di Indonesia, .or.id yang digunakan untuk lembaga nirlaba dan lain sebagainya.

Daftar Penggunaan Domain di Indonesia yaitu :

1.AC.ID
2.SCH.ID
3.GO.ID
4.MIL.ID
5.NET.ID
6.OR.ID
7.WEB.ID

Global Top Level Domain (gTLD) adalah seperti yang disebut di atas.

1. Country Code Top Level Domain (ccTLD) adalah top level domain yang diperuntukkan untuk masing-masing negara, seperti untuk Indonesia dengan kode ID (co.id, net.id, or.id),  untuk Singapura dengan kode SG (com.sg, net.sg dan lain sebagainya) dan UK di Inggris.

2.Tingkat Kedua : disebut Second Level Domain (SLD), yaitu nama yang sebenarnya terdaftar, misalnya wordpress.com, maka wordpress adalah SLD sedamgkan .com adalah TLD

3.Tingkat Ketiga : disebut Third Level Domain, yaitu sering disebut dengan subdomain, nama sebelum SLD dan TLD seperti misalnya y3pp33.wordpress.com, nama y3pp33 adalah sub domain atau Third Level Domain.

Image result for internetBeberapa daftar domain gratis :
– co.cc
– co.nr
– c-o.in
– coz.in

– web.id

Beberapa daftar provider hosting :
– rumahweb.com
– jagoanhosting.com
– idebagus.com
– IndoWebsite
– qword.com
– dapurhosting.com



          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar